“Lagu Toba, Lagu Karo, Lagu Simalungun, Lagu Mandailing dan Lagu Angkola"

Kamis, 26 Mei 2011

"SIBISUK HAOL"

#SELAMAT SIANG TAPANULI#
(Mengedit Cerita Sibisuk Naoto Jadi Sibisuk Haol)
_______________________________________________

Para kawan...! Ehem....!

Pasuo mada si Lubis dohot si Rambe
di kode kopini si Pajot-jot di Panyabungan.
Marsapama si Lubis, “Rambe ibotohode haran
niaha idokkon si Bisuk Na Oto?”. Ijawab si Rambema
“Nahubotoba”. Mambege parsapaanon si Pajot-jot angkat
bicara, Songonon doda carito ni i waktu si Bisuk makkatai
dohot nattulang nia :

Si Bisuk    : Nattulang, Marsambat au dapot au akkal-akkal
Nattulang  : Akal-akkali ma diho bere

Sibisuk      : Akkal-akkalipe maditurbing manuk
Nattulang   : Manuki madiho bere

Si Bisuk     : Manukipe mai tinggang indalu
Nattulang   : Indalui madiho bere

Si Bisuk      : Indaluipe mairipukkon horbo
Nattulang   : Horboima diho bere

Si Bisuk      : Horboipe mai tinggang ambasang
Nattulang   : Ambasangi madiho bere

Si Bisuk     : Ambasangipe mai pangan boru munuma
Nattulang   : Borukkima anggo songoni diho bere

Si Bisuk      : Boru munupe mahu panganma
Nattulang    : Aha nimmu, naoto maho (i buat nattulangi
                      potuk-potuk indalu sian pamis pisani makkojar
                      Si bisuk naotoon.

“MAHUPANGAN” adalah istilah konotasi yang memang berkonotasi banyak.
Jika maksudnya “MAHUPANGAN TARUTUNG MUNUI” tentunya tidak ada
masalah apalagi tarutung yang dikasih. Begitu juga dengan lomang ni nattulang.
Tapi boru ni Nantulang "Dipangan" apalagi sebelum waktunya bisa repot urusannya.

Seharusna, pada saat idokkon Nantulangi "Borukkima diho Bere", sibisuk naoto on
langsung mangkaol borutulangi sambil mandokkon "Pajeges parbasaenmu boru tulang.
Aso hupaboa tu Amang dialap kho ancogot. Baruma posroha ni Nantulangi. Bukan
langsung dipangan hanya karena nantulang memberi kelonggaran. Jika demikian halnya
si bisuk naotoonpe bisa menjadi "Si Bisuk Haol".

Bagi saya, cerita Sibisuk naoto adalah simbol kehidupan, "orang pintar itupun bisa
saja terjerumus pada perbuatan-perbuatan bodoh/merugikan, menyesatkan diri sendiri.
Dengan kata lain, "hindarilah kehamilan sebelum menikah" karena dapat merusak
persaudaraan dan juga dilarang agama. (Konotasi Mahupangan=terjadinya kehamilan
sebelum pernikahan).

Sumber : Cerita rakyat dari rakyat Angkola dan Cd Cassette Madina.
______________________________________________________
Sejak di posting sampai 21 Agustus 2012 di lihat 93  kali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar